Sejarah STT Tenggarong

SEJARAH SINGKAT STT TENGGARONG

 Tanggal dan Kedudukan

Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Teologi  secara resmi  dibuka  pada tanggal 5 Pebruari 1988 oleh BPW GKII Kal-Tim, yang berkedudukan di Tenggarong dengan  Lokasi Kampus berada di Jl. Stadion RT. 12, Kel. Loa Ipuh, Kotak Pos 120, Kec. Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sejarah berdirinya STT Tenggarong

Secara historis, STT Tenggarong merupakan hasil dari upaya Gereja Kemah Injil Indonesia Kalimantan Timur untuk membuka program studi sarjana Theolgi (Prodi S-1 Teologi) sebagai lanjutan dari Sekolah Teologi Pertama (STP) dan Sekolah Teologi Atas (STA) yang telah didirikan  pada tahun 1978, yang diprakarsai oleh GKII Daerah Mahakam Utara (DMU) dan Daerah Mahakam Selatan (DMS) yang dipimpin oleh Pdt. Drs. Lorentz Laing, MM. dan dilanjutkan oleh Pdt. Yafet Djalung, S.mTh. Mengingat jumlah siswa STP dan STA dari tahun ke tahun tidak ada  peningkatannya maka BPW yang diketuai oleh Pdt. U. Luther Ujung, M.Th. pada waktu itu mengambil kebijakan untuk menutup kedua lembaga itu  pada tahun 2007,  hingga sekarang hanya STT yang tetap eksis jalannya.

Jadi Program S-1 ini dibuka untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pelayanan yang terasa semakin meningkat tantangannya. Mahasiswa yang diharapkan masuk pada jenjang prodi ini adalah mereka yang telah menyelesaikan pendidikan  dari SLTA  yang mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan Tinggi Teologi.

Keorganisasian GKII Kaltim sebagai Pendiri

 Dari segi keorganisasian, GKII Kaltim sebagai pendiri STT Tenggarong adalah salah satu Wilayah pelayanan Gereja Kemah Injil Indonesia  sebagai wujud dari misi besar Dr. R.A. Jaffray yang telah meletakkan dasar sejarah  berdirinya Gereja Kemah Injil  di Indonesia tahun 1928 di mana visi dan misi pelayanan beliau diaktualisasikan melalui tiga pilar Pelayanan, yaitu: Pelaksanaan Amanat Agung Yesus Kristus dengan membuka Pos PI dan mendirikan gereja di beberapa Wilayah atau Daerah seluruh Indonesia termasuk Wilayah GKII Kaltim sebagai wilayah yang pertama dikunjungi dan dilayani oleh Dr. R.A Jaffray  di Indonesia, dan mendirikan Lembaga Pendidikan Teologi  di Makassar yang dikenal dengan Sekolah Alkitab Makassar  (SAM) sebagai upaya menyiapkan tenaga penginjil dan gembala sidang atau pemimpin-pemimpin gereja, serta mendirikan penerbitan yang dikenal dengan Penerbit Kalam Hidup yang berlokasi di Bandung Jawa Barat sebagai upaya pengadaan sarana dan fasilitas buku-buku bacaan rohani penunjang kebutuhan Sekolah Teologi dan kebutuhan anggota gereja-gereja yang ada di Indonesia khususnya di kalangan GKII.

Jadi  untuk mewujudkan  dan mengembangkan misi itu maka GKII Wilayah Kaltim sadar akan kebutuhan  gereja untuk mendapat tenaga penginjil dan gembala di Wilayah Kaltim khususnya dan Indonesia pada umumnya, selain itu juga adanya pertimbangan biaya yang cukup mahal kalau siswa atau mahasiswa harus sekolah di Makassar pada waktu itu.  Dengan demikian didirikanlah  Sekolah Teologi  di Tenggarong yang dimulai dengan Sekolah Teologi Pertama (STP) dan Sekolah Teologi Atas (STA) yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong(STTT) pada tanggal 5 Februari 1988 sampai sekarang tetap eksis.

 Kepemimpinan Lembaga STT Tenggarong.

Kepemimpinan lembaga STT Tenggarong yang lahir pada tanggal 5 Februari 1988 itu pertama dipimpin oleh Pdt. Samuel Basar, S.Th. pada tahun 1988-1991 setelah itu dilanjutkan oleh Pdt. Yoel Lufung, M.Div., periode 1991-1994  dan kepemimpinan berikutnya Pdt. Loly Dungau, M.Th., tahun 1994- 2006 dan periode berikutnya Pdt. Dr. Eli Wilson Ipaq  tahun 2006-2016. Dan periode 2016-2021 ini dipimpin oleh Pdt. Dr.Yahya Usat, MM.

Demikian sekilas sejarah berdirinya STT Tenggarong  dan perkembangannya  hingga sekarang.